Oct.03

Sistem Informasi CGV Cinemas

Sistem Informasi CGV Cinemas

CGV Cinemas (sebelumnya bernama blitzmegaplex dan CGV blitz) merupakan salah satu jaringan bioskop di Indonesia yang menawarkan konsep baru untuk memberikan pengalaman yang berbeda saat menonton film. CGV Cinemas membuka jaringan bioskop pertamanya di Paris Van Java Mall, Bandung. Kehadiran CGV Cinemas menghilangkan kesan monopoli yang terjadi dalam jaringan bisnis bioskop di Indonesia karena sebelumnya didominasi oleh 21 Cineplex Group yang telah lebih dahulu sukses dalam pasar sinema di Indonesia.

CGV Cinemas hadir dengan minimal 8 layar. Jumlah layar yang banyak tersebut memberikan kesempatan untuk menonton berbagai macam genre film, bukan hanya film-film Hollywood, namun juga Film Festival, Arthouse, Film India, Animasi dan berbagai film yang berasal dari seluruh dunia dengan berbagai bahasa. Bioskop milik CGV Cinemas yang memiliki kurang dari 8 layar disebut CGV Cinemas theater.

CGV Cinemas telah meraih penghargaan dari MURI sebagai bioskop dengan layar terbesar di tanah air yaitu di auditorium 1 di CGV Cinemas Grand Indonesia.

Visi

Visi CGV Cinemas adalah “Menjadi pilihan utama untuk pengalaman film yang tak terlupakan”.

Misi

Untuk dapat mencapai visi tersebut, misi CGV Cinemas adalah

  • Pilihan Utama; sebagai pilihan yang paling disukai atau diutamakan untuk pengalaman hiburan yang dipilih oleh target pasar.
  • Pegalaman hiburan yang tak terlupakan; melalui kombinasi produk dan layanan yang luar biasa.

 

  • Tipe Auditorium

Velvet Class

Velvet class merupakan tipe bioskop first class yang telah hadir di CGV Cinemas Pacific Place, CGV Cinemas Mall of Indonesia, CGV Cinemas Central Park Jakarta, dan CGV Cinemas Paris Van Java Bandung. Velvet Class dilengkapi layar yang lebar dan sound yang maksimal, sofa bed mewah untuk 2 orang yang dilengkapi bantal pilihan dan selimut yang lembut.

Pelayanan yang maksimal juga diberikan dengan menghadirkan fitur service button, yaitu sebuah tombol yang ada di setiap sofa bed, yang memungkinkan para penonton untuk memesan makanan dan minuman tanpa harus beranjak dari tempat duduk. Velvet Class pun didukung dengan suasana lounge ekslusif yang berbeda dari biasanya dengan menampilkan unsur retro yang hangat dan personal.

Satin Class / Gold Class

Gold Class atau Satin Class merupakan tipe bioskop VVIP yang telah hadir di CGV Cinemas Grand Indonesia, CGV Cinemas Mall of Indonesia, dan CGV Cinemas The Plaza Balikpapan. Tipe ini memungkinkan penonton untuk mendapatkan pengalaman menonton film yang lebih nyaman dengan kursi yang memiliki sandaran kaki dan fasilitas service button yang memungkinkan pemesanan makanan dan minuman dari dalam auditorium. Satin Class dilengkapi dengan 52 reclining seats, dan lounge ekslusif.

RealD 3D

RealD 3D merupakan teknologi proyeksi stereoskopik yang dibuat dan dimiliki oleh RealD Inc. Sampai saat ini, teknologi RealD 3D adalah teknologi yang paling banyak digunakan untuk menonton film 3D di berbagai bioskop di seluruh dunia. Kelebihan dari teknologi ini dibandingkan dengan teknologi serupa adalah kacamata 3D yang digunakan menggunakan circular polarized (proyeksi gelombang yang berputar) sehingga memungkinkan kepala kita bergerak bebas saat menyaksikan film dalam format 3D. Perbedaan teknologi ini dari teknologi 3D lainnya adalah pengalaman lebih melihat gambar tersebut ke dalam layar, bukan seolah-olah muncul di depan layar. CGV Cinemas telah mengadopsi sistem ini di seluruh cabangnya.

4DX

4DX merupakan teknologi film pertama dan satu-satunya di Indonesia yang dimiliki dan dikembangkan oleh perusahan asal Korea Selatan CJ 4DPLEX, anak usaha CJ Group. Format film 4D dilengkapi dengan sensor khusus seperti gerakan, udara, aroma, percikan air dan efek khusus lainnya.

SphereX

Sphere X menggunakan kursi yang direbahkan hingga 45 derajat agar tubuh mengikuti arah gerak gambar. Studio Sphere X yang dimiliki oleh CGV Cinemas sangatlah berbeda dengan bioskop konvensional. Studio tersebut menggunakan layar melengkung (Curve Screen) dengan ukuran 26×14 meter yang mampu menampilkan film berformat 2D dan 3D. Sistem suara yang digunakan pun sangat amat canggih melebihi studio IMAX. Studio Sphere X menggunakan sebanyak 60 buah pengeras suara di setiap sisi dalam studio. Sphere X CGV Cinemas juga mengaplikasikan Vive Chirstie Audio dan Dolby Atmos yang merupakan teknologi terbaru dari Dolby.

Sweet Box

Sweet Box menawarkan kursi bersekat berwarna merah dengan tagline ‘special seat to enjoy movie with your special one‘. Sweet Box diperuntukkan bagi pasangan yang ingin mendapatkan privacy saat menonton film di bioskop.

Starium

Starium adalah konsep cinema dengan layar lebar berdimensi 19,5 x 8,1 meter , yang dilengkapi dengan sound system Dolby Digital 7.1 dan Barco Proyektor 4K. Fitur terbaru ini memiliki kapasitas tempat duduk sebanyak 425 kursi.

  • CGV blitz Membership

CGVblitz Member

CGVblitzCard Regular (dahulu blitzCard) adalah kartu keanggotaan CGVblitz yang berfungsi sebagai alat identifikasi saat melakukan transaksi di lokasi CGV blitz dan secara online, dengan menggunakan semua metode pembayaran baik Tunai, Kartu Debit / Kredit, Saldo & Poin di dalam CGVblitzCard itu sendiri. CGVblitz Member adalah kartu fisik berwarna Merah yang memuat logo CGVblitz di pojok kiri atas kartu, dan bertuliskan MEMBER ditengah-tengah kartu.

CGVblitz VIP

CGVblitzCard VIP (dahulu blitzCard Gold) adalah kartu keanggotaan CGVblitz yang diupgrade dengan pemakaian Rp. 1.000.00,- dalam kurun waktu 3 bulan. Secara keseluruhan memiliki sistem kerja yang sama dengan CGVblitz Member, namun memiliki beberapa keuntungan lainnya, seperti double point, antrian khusus, dan pemesanan dengan menghubungi Call Center. CGVblitz VIP adalah kartu fisik berwarna Hitam yang memuat logo CGVblitz di pojok kiri atas kartu, dan bertuliskan VIP ditengah-tengah kartu.

E-Card Member

E-Card Member adalah keanggotaan yang sama fungsinya seperti CGVblitz Member. Yang membedakan adalah E-Card Member tidak menggunakan kartu fisik, melainkan menggunakan QRcode yang muncul di website ataupun aplikasi pada Android / iOS. Pada tahun 2016, CGVblitz mengurangi pengedaran kartu fisik dan mulai memperkenalkan E-Card Member, hingga akhirnya pada bulan Mei 2016, CGVblitz berhenti mengedarkan kartu fisik, dan hanya bisa mengeluarkan E-Card. Kita bisa mendapatkan E-Card hanya dengan register di website CGV Cinemas.

  • Fasilitas

blitzcafe

blitzcafe adalah fasilitas restoran di CGV Cinemas.

blitz Icon

blitzicon merupakan fasilitas photobooth yang terdapat di CGV Cinemas Grand Indonesia.

Fasilitas lainnya

  • Coffee corner
  • Smoking lounge
  • Box office & Consession
  • Waiting Room (Party Room dan Seating Lounge)

 

  • Teknologi Informasi

Ticket box

Ticket Box merupakan loket untuk pembelian tiket CGV Cinemas secara offline dan dilayani oleh petugas yang berjaga.

Input dan storage: monitor touchscreen

Output : printer

Self Ticketing

Selft Ticketing merupakan mesin pembelian tiket CGV Cinemas secara mandiri (tanpa ada petugas yang melayani).

CGV Cinemas Web Application

Pembelian tiket CGV Cinemas secara online dapat dilakukan melalui website resmi milik CGV Cinemas, yaitu https://www.cgv.id/

CGV Blitz Mobile Apps (iOS dan Android)

Selain melalui website, pembelian tiket secara online juga dapat dilakukan melalui CGV Blitz Mobile Apps pada iOS dan android.

Struktur Organisasi

Struktur organisasi  CGV Cinemas adalah sebagai berikut :

Pemetaan Klasifikasi Sistem Informasi

Pemetaan klasifikasi sistem informasi dapat digambarkan dalam bentuk piramida yang terbagi menjadi empat bagian, yaitu Executive Information System (EIS), Decision Support System (DSS), Management Information System (MIS), dan Transaction Processing System (TPS). Pemetaan klasifikasi sistem informasi pada CGV Blitz adalah sebagai berikut :

  • Executive Information System (EIS)

Executive Information System dirancang untuk menyediakan akses yang mudah dan cepat untuk informasi informasi selektif tentang faktor-faktor ekslusif dalam menjalankan tujuan strategis bagi manajemen. Executive Information System pada struktur organisasi CGV Blitz adalah :

Dewan Komisaris

  • Decision Support System (DSS)

Bagi CGV Blitz penggunaan Decision Support System terlihat ketika direksi dapat memonitor performance sistem secara langsung dan interaktif, juga dilengkapi dengan management tool analysis dalam menganalisa business forecasting dan manajemen persediaan. Decision Support System pada struktur organisasi CGV Blitz adalah :

  1. Komite Audit
  2. Direksi
  3. Sekertaris Perusahaan
  4. Unit Internal
  • Management Information System (MIS)

Sistem Informasi ini menyediakan informasi dalam bentuk laporan dan tampilan kepada para pengunjung halaman website CGV Blitz dan seluruh elemen CGV Blitz maupun investor. Management Information System yang digunakan pada CGV Blitz adalah aplikasi management system yang dapat membantu dalam business forecasting, inventory management, dan human resources management. Aplikasi ini akan berupa suatu bentuk pelaporan yang selanjutnya digunakan oleh perusahaan dalam penentuan atau pengambilan keputusan pada sistem penunjang keputusan. Management Information System pada struktur organisasi CGV Blitz adalah :

  1. Direktur Keuangan
  2. Direktur Pemasaran & Operasi
  3. Direktur Pengembangan Usaha
  4. Direktur Humas & Sumber Daya Manusia
  • Transaction Processing System (TPS)

CGV Blitz dalam melakukan transaksi telah mempunyai jaringan komputer yang terintegrasi dengan customer yang menyediakan informasi pemesanan. Transaction Processing System yang digunakan oleh CGV Blitz adalah Point of Sale (POS) System, dengan bantuan website, mobile application maupun aplikasi yang digunakan saat pembelian langsung di ticket box CGV Blitz. Transaksi dengan konsumen tersebut melibatkan interaksi langsung dengan pelanggan dan database perusahaan secara simultan. Transaction Processing System pada struktur organisasi CGV Blitz adalah :

Divisi yang dibawahi oleh Direktur Keuangan antara lain

  • Keuangan & Administrasi
  • Manajemen Resiko

Divisi yang dibawahi oleh Direktur Pemasaran & Operasi antara lain

  • Strategi
  • Desain & Tata Ruang
  • Penjualan & Pemasaran
  • Operasi Bioskop

Divisi yang dibawahi oleh Direktur Pengembangan Usaha antara lain

  • Pembangunan Lokasi Baru
  • Konstruksi & Pemeliharaan Prasarana
  • Sistem Informasi & Teknologi

Divisi yang dibawahi oleh Direktur Humas & Sumber Daya Manusia antara lain

  • Publikasi & Humas
  • Sumber Daya Manusia

Seluruh tenaga kerja pada masing-masing divisi memiliki tanggung jawab dan tugas sesuai dengan bagian divisinya. Setiap divisi memiliki tanggung jawab untuk melaporkan hasil pekerjaanya kepada seorang Direktur divisi.

Berikut video mengenai pembelian tiket CGV dan contoh penggunaanya:

Education,Video
Share this Story:
  • facebook
  • twitter
  • gplus

About wahyupujiono

Leave a comment

Comment